Rabu, 25 April 2018

Persami ke Gunung Pundak 1585mdpl bersama Suetoclub 2018





Hi!salam wildlife Cerita perjalanan kali ini adalah Persami Ke Gunung Pundak 1585mdpl 2018. Kenapa dinamakan persami ya memang ini tujuan cuman untuk kemah sabtu minggu aja mencari suasana weekend yang berbeda tapi masih dekat dengan perkotaan. Perjalanan kami mulai dari pom bensin jenggolo tepatnya berangkat sabtu malam sekitar jam 9. Setelah semuanya berkumpul kita berangkat lewat rute sda-porong-padaan-trawas-pacet-claket, untuk petanya bisa di cek di google dibawah ini :



Sesampainya di pintu masuk pemandian air panas padusan claket kami ditarik tiket masuk sekitar Rp 12ribu. Kemudian masuk perjalanan naik motor sekitar 2-3km saja langsung parkir di pos perizinan pendakian ke gunung pundak tiap orang dikenai biaya pendakian Rp 10ribu saja ditambah retribusi motor Rp 5ribu saja tapi eit itu belum termasuk tiket parkir Rp 5ribu lagi. Bedanya retribusi motor sama tiket parkir motor apa ya..haha


Start pendakian awalnya mulai jam 22 WIB tapi tertunda karena hujan akhirnya kita ngopi-ngopi dulu baru start di mulai lagi jam 23 WIB. Masuk awal pendakian via claket melewati area camp air terjun coban Canggu, ikuti arah papan yang ke pundak saja. Beberapa jam kita akan masuk hutan hujan dengan struktur medan terus menanjak sampai sekitar 1 jam kita akan melewati beberapa sumber air setelah itu kita akan memasuki hutan beringin yang lumayan seram kalau malam. Setelah melalui perjalanan 2jam lebih jalan kaki tiba-tiba habis gelap timbulah terang. Kami mulai melihat puncak welirang disamar-samar malam, lohkok puncak welirang iyakan memang vie utama gunung pundak menghadap gunung welirang.

Alhamdulillah sampai puncak pundak 1585mdpl tepatnya minggu dini hari jam sebelum hujan datang, bintang menghilang, angin melambai, dingin menusuk kami langsung bersiap mendirikan tenda kemudian santap malam dengan sedikit pemanis kopi buatan.







Terlarut dalam dinginnya pagi hari kami jemput sang mentari sampai terbit di ufuk timur. Sembari menikmati indahnya lukisan sang pencipta kami pun tak lupa mengabdikan momen itu untuk berbagi dengan khalayak tentang indahnya Indonesia. 

Kami Hanya beruncap rasa syukur bisa menikmati terbitnya mentari di pagi itu dengan paduan gradasi warna jingga dan biru. Suasanapun melebur dengan sejuk udara dan ketentraman hati.
Setelah itu persiapan sarapan pagi. Meskipun hanya makan indomie yang ditambahi sedikit racikan bumbu gunung itu sudah terasa cukup karena kita nikmati bersama...haha...

Tiba-tiba semuanya terasa mengantuk setelah menyantap sarapan pagi teracuni penyakit jaman now yaitu kolestrol dan diabetes apalagi ditunjang hawa angin yang semilir-semilir merdu..haha..


Beberapa ada sisa-sisa semangat niat menjelejah jalur pendakian via puthuksiwur. Terlihat tampak pemandangan gunung Penanggungan yang cerita perjalanannya juga sempat kami ulas di http://www.suetoclub.com/2015/08/olahraga-kecil-menuju-pawitra-g.html

Setelah jam 12 siang tepat tengah hari kami bersiap turun ke pos pendakian awal lewat jalur yang sama. Lama perjalanan turun kurang lebih tak sampai 2 jam. Beristirahat sejenak kemudian akhirnya kami pun pulang lewat jalur yang berbeda-beda ada yang lewat pacet ada yang kembali lewat pandaan.

Oh iya Berikut foto-foto dokumentasinya :






Videonya jangan lupa subscribe kami di youtube yap :


Terimakasih telah megikuti cerita perjalanan kami J

Ada kesalahan di dalam gadget ini