Senin, 22 Mei 2017

Ayok Visit Lombok 2017 “All Destination No Limits” by Suetoclub (Day3)



Hisalamwildlife!Hari ke tiga kami diLombok gaess terbangun dari mimpi buruk dihari kemarin dan semakin semangat kami menjalani hari ini. Tetap kami putuskan pagi ini jadwalnya ke pantai pink dan sekitarnya meskipun kami tak sempat mengabadikan sunrise dan jadwal snorkling di pink kamu cancel tapi yang penting bahagia itu tercapai. Perjalanan dari wisma penginapan kami di Selong sampai Jerowaru kawasan perhutani wisata pantai pink sekitar 2jam. Ternyata ada jalan tak mulus setelah masuk area perhutani untung malam kemarin kami tak teruskan perjalanan camping disini. Hehe..

Sekitar 10km kurang lebih kita lalui selama 1jam karena jalan makadam kita hanya lalui maksimal sekitar 20-30km/jam saja. Kalau dilihat dari peta banyak tempat wisata indah disini ikuta saja plakat masuk pantai pink nanti ada beberapa plakat menunjukkan beberapa tempat wisata lain. Ada beberapa rumah penduduk tapi jaraknya sangat jarang dan keadaan jalannya sangat berdebu jadi ya sebaiknya sebelum kesini bawa masker dan bawa air minum yang cukup bila tidak mau kehausan.

Sampai di pantai pink masuk cuman bayar Rp 10ribu rupiah saja dan anda bisa menikmati keindahan pantai pink yang amazing badai. Kemudian sampai di pantai pink jangan terlena oleh satu spot saja coba explore dan keliling spot yang lainnya anda akan menemukan istimewanya pantai yang bertempat di Lombok timur dari pantai-pantai lombok lainnya ini sampai susah-susah tempat ini dijaga begal perkampungan setempat.












Kalau mau aman bisa masuk lewat tanjung luar sekalian anda bisa jelajah wisata dalam lautnya mengunjung beberapa gili disekitar wilayah Lombok timur.

Sebenarnya kami tidak ingin pulang dan berlama-lama disini tapi karena hari semakin sore akhirnya kami sempatkan jelajah dulu tanjung ringgit sebentar kemudian langsung keluar wilayah jerowaru menuju sembalun dengan estimasi perjalanan 3jam.

Diperjalanan kami sempat makan dulu di warung AREMA(Arek Malang) di kota Krayak. Makanan di sini harganya bersahabat dan masakan jawa membuat saya kangen. Memasuki restoran kami sempet bertemu dengan beberapa orang yang menyamar sebagai begal yang tadi malam. Eh ternyata mereka cangkruknya disini toh..hehe..

Setelah beberapa orang itu keluar mereka ibuk pemilik warung itu cerita soal kerawanan daerah sini. Ibu pemilik warung sempet bercerita bahwa dalam bulan kemarin dia sempet kerampokan dirumahnya dan rumahnya disatroni 25 orang yang berasal dari perkampungan begal tersebut keluarga di kalung parang dan dalam 2jam barang rumah ludes hanya tinggal rumah dan mobil saja gak sempet diambil  karena kepagian. Sempet ingin minta tolong tapi jarak rumah tetangga dan kantor polisi disana agak berjauhan daripada nyawa keluarga lainnya melayang mending pasrah saja kata siibu tersebut. Kami pikir daerah Lombok timur ini ngeri juga ya. Kata ibu warung kalau musim panen semakin banyak begal. Jadi bagi wisatawan hati-hati terus berlindung kepada Tuhan yang maha Esa.



Perjalanan kami teruskan ke arah sembalun. Sampai sembalun sekitar jam 7 malam. Kebetulan orang-orang disana sangat welcome dengan wisatawan kami diantar seseorang anak untuk menuju ke rumah PA di sembalun. Karena pos administrasi ke pergasingan sudah tutup jika malam hari. Maka kami menitipkan sepeda, peralatan yang sekiranya tidak dibutuhkan saat pendakian di base camp SCDC(Sembalun Community Development Center).

Perjalanan dari camp PA mulai jam 9 malam. Estimasi normalnya perjalanan pendakian bukit dengan ketinggian 1700mdpl adalah 3jam. Karena waktu itu ada rekan-rekan yang mencoba jelajah rute maka perjalanan kami untuk mendirikan tenda saat itu jadi molor 4jam. Ada beberapa halangan saat kami mendaki, ada yang dihadang sapi jantan, ada yang dihadang babi padahal orang ngorok di tenda, ada yang terkena jebakan batman (tai sapi dimana-mana), ada yang melihat hal-hal tak berguna seperti jaket putih padahal itu teman sendiri, ada juga yang tersesat dan takut dengan orang utan,ada yang dikejar orang gila setempat, setelah melalui beberapa rintangan tersebut akhirnya kami mendirikan tenda 200meter sebelum puncak kemudian yang lain ada yang tidur karena dinginnya waktu dan ada yang memasak sampai bintangpun tak terlihat lagi tertutup kabut.

Paginya mengambil beberapa dokumentasi dan melanjutkan ke puncak bagi yang kuat yang sisanya boleh turun. Puncak bukit di pergasingan itu menurutku sangat amazing badai karena uniknya didepan kita ada perbukitan sembalun dan Gunung Rinjani yang terlihat kokoh dengan pemandangan sawah petak yang tampak warna-warni dari atas. Sungguh indah ciptaanmu ini Ya Allah SWT. Ada beberapa puncak bukit yang bisa anda daki lo selain pergasingan ini misalnya bukit nanggi di 2300mdpl, bukit selong, bukit anak dara 1900mdpl









 Puas kamipun turun melalui dua jalur yang berbeda jalur baru dan lama. Otomatis jalur lama lebih terjal untuk didaki karena memang sangat terjal. Akhirnya kamipun sampai di basecamp SCDC. Melepas lelah sebentar sambil ngobrol dengan anak PA setempat mengenai bukit pergasingan ini. Kata mereka rencananya tahun depan mungkin 2018 akan dibangun jalan untuk motor sampai ke atas untuk tempat paralayang.  

Setelah semunya siap dari sembalun kami menuju ke gili trawangan dari sembalun sekitar jam 14.00WITA estimasi perjalanan 3 jam karena jam 17.00WITA tiket perahu penyeberangan ke trawangan sudah tutup loket. Perjalanan ternyata kami tempuh 2jam sampai di bangsal sekitar jam 16.15 kami melakukan persiapan dulu motor kami parkir disekitar bangsal kemdian pesan tiket perahu ke gili Trawangan Rp 17.000,- saja.



Untuk info bila anda telat kepenyebrangan tetap disediakan kapal boat untuk penyeberangan ke gili trawangan, meno dan air tapi tentunya dengan tarif yang berbeda. Perjalanan laut ditempuh dari pelabuhan bangsal ke gili trawangan tidak sampai 30menit. Langsung menuju penginapan dan istirahat untuk bersiap menikmati party malamnya. Makin semakin larut di trawangan dan akhirnya kami tertidur pulas hari itu.

Lanjut ke hari ke 4 ya..