Senin, 23 Mei 2016

Lika-liku Perjalanan Touring Menuju Nusa Penida Bali 2016 by Suetoclub include Bukit asah dan Pantai bias tugel (Part3)







Salam wildlife!Habis bersih-bersih kami sempat berfikir menghabiskan waktu sebelum kembali ke Surabaya dari pelabuhan enaknya kemana, akhirnya kami pastikan untuk yang dekat-dekat saja yaitu ke pantai Bias Tugel letaknya sebelah barat pelabuhan padang bai tarif masuk Rp 5000/orang Parkir Rp 2000/motor kebetulan bareng sama anak kelulusan SMA jadi tempatnya ramai.

Secara pantai bias tugel ini mempunyai pasir putih yang halus, laut yang lumayan tenang dengan air yang jernih jadi bisa dinikmati tempatnya juga enak sudah ada pedagang makanan dan tempat teduh ya cuman untuk air bilas mandi saya rasa masih kurang bersih. Sayangnya tanah dibelakang pantai katanya sudah dibeli oleh investor kemudian area karang pantai sebelah barat ada sedikit limbah pencemaran tapi saya tidak tahu datang dari mana. Disebelah timur ada greenlagoon tempat orang macing dan berhadapan langsung dengan pelabuhan padang bai.

Semakin sore ombak semakin deras jadi kami nikmati saja ombaknya dan berikut dokumentasinya :



















Karena pantainya sekitar jam 18.00WITA sudah tutup kami bergegas melakukan persiapan untuk kembali ke Surabaya dengan jalur yang sama dengan arah pulang yaitu lewat Karangasem, sempat makan sejenak di kota karangasem sampai sekitar jam 9 kemudian dari singaraja sampai jam 11 malam paginya jam 3 dini hari kami lanjutkan perjalanan ke pelabuhan gilimanuk jam 6 pagi kami sudah di Ketapang dan alhamdulillah bisa sampai Surabaya jam 4 sore WIB.

Sekian terima kasih mudah-mudahan kami kedepan diberikan kesempatan untuk kembali ke Nusapenida dan memberikan cerita bagi pembaca setia suetoblog!

Video :

Lika-liku Perjalanan Touring Menuju Nusa Penida Bali 2016 by Suetoclub include Bukit asah dan Pantai bias tugel (Part2)







Salam wildlife!Cerita perjalanan dilanjutkan setelah menyebrangi laut sekitar 1jam lebih dari pelabuhan padang bai menuju pelabuhan nusa penida. Dari ferry saja pulau ini sudah terlihat keren hamparan pasir putih menghiasi sekeliling pulau. Sampai di pelabuhan nusa penida kami berhenti sejenak untuk menambal ban motor vario terus isi bensin di pom bensin. Kemudian perjalanan dilanjutkan ternyata ada atm bersama BRI juga jadi besok-besok kalau ke penida lagi amanlah pas ambil rekening. Tujuan saat itu sebenarnya pantai uug/brobeach/broken beach/pantai rusak tapi karena yang terdekat Crystal Beach ya akhirnya kami berhenti sejenak disana. 

Menikmati keindahan pantai yang termasuk unik di nusa penida...Crystal beach sendiri mengapa dinamai crystal karena memang air lautnya jernih, pasir putih dan batuan yang berwarna-warni kombinasi merah, hijau dan biru bila dilihat diatas tebing akan terlihat keindahaan pantai tersebut. Saat itu kami benar-benar menikmati suasana pantai sampai sunsetpun tak terasa dan kebetulan ombak saat itu juga sedang besar jadi ingin snorklingpun sedikit khawatir..hihi

Kalau mau ke Crystal beach ambil arah ped, lewati toyapakeh nanti ada pertigaan ikuti arah papan jalan belok kanan sekitar 16km dari pelabuhan nusa penida. Berikut dokumentasi dan petanya nusa penida supaya anda hapal jalan juga kecamatannya :


Kemudian malamnya kami menginap di pelabuhan toyapakeh beralaskan pasir pantai dan yang paling utama adalah ngechargerz amunisi seperti baterai kamera dll. Malam di Toyapakeh saya sempat tidak tidur semalaman karena ketagihan game toh kebetulan ada sinyal sambil jaga HP anak-anak dan menikmati kesunyian pantai. Di Toyapakeh ada masjid jadi bagi yang muslim bisa meneruskan ibadah. Oh Bahasa di perkampungan-perkampungan dekat pelabuhan nusa penida ini lebih familiar maksutnya masih bisa berbahasa Indonesia, berbeda dengan perkampungan dalam(kecuali tempat wisata) yang memang hanya bisa bahasa Bali tulen. 

Esoknya pagi-pagi jam 5WITA kami langsung persiapan menuju pantai Tembeling
Ke pantai Tembeling ini dari toyapakeh ambil arah ke desa batumadeg nah setelah itu ikuti plakat arah aja nanti pasti sampai tapi ya begitu perlu tanya-tanya karena tempat wisata di nusa penida ini satu tempat tapi nama berbeda-beda tinggal bagaimana penduduk sekitar memahami saja.

Sampai di pintu masuk Tembeling ternyata jalannya sangat curam hanya bisa dilalui sepedamotor saja setelah itu jalan kaki melewati hutan tembeling ada mungkin 1km. Tipikal pantai Tembeling ini ombaknya super besar jadi tidak bisa untuk berenang santai pasir pantai hanya sedikit banyak karang besar dan ada kolam pemandian yang konon kedalaman tak berdasar karena memang hanya bagian pinggir saja yang kelihatan dasarnya tapi ada juga kok kolam untuk perempuan yang dangkal. 

Setelah mendokumentasikan beberapa spot kami langsung kembali ke pelabuhan inginnya sih setelah Tembeling diteruskan ke pantai Banah, dan Broken Beach tapi apa daya saat itu tak cukup waktu dan kami harus kembali ke pelabuhan nusa penida biar tak ditinggal ferry. Berikut dokumentasinya :






















Dari pelabuhan ternyata jam 9 pagi kapal ferry sudah berada di pelabuhan dan akan diberangkatkan jam 10  WIT. Oke akhirnya kami tahu jadwalnya, sampai pelabuhan padang bai jam 11 siang. Kami putuskan untuk cari tempat mandi dan perjalanan akan dilanjutkan ke pantai sebelah pelabuhan padang bai?langsung next ke part 3.

Dokumentasi Pantai Tembeling :


















 

Terimakasih..


Video : 


Ada kesalahan di dalam gadget ini