Rabu, 09 Maret 2016

Artikel Gerhana Matahari 2016 by Suetoclub


diambil oleh suetoclub dari sidoarjo gerhana matahari 90% tele 300mm filter UV


Photo : by Suetoclub

foto : google image

Salam wildlife!Suetoclub mencoba mengumpulkan artikel-artikel terkait dengan gerhana matahari 2016 karena memang kali ini memang edisi spesial fenomena gerhana matahari (solar eclipse) dan Momen GMT seperti tahun 2016 ini memang langka. Menurut para peneliti, peristiwa serupa dengan jalur lintasan yang sama baru akan terjadi 350 tahun lagi.

Tiga pengamatan yang dilakukan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) adalah 

  • Baily's beads adalah kondisi 10-15 detik sebelum dan sesudah gerhana matahari total. Saat posisi bulan hampir penuh menutupi matahari, akan terlihat gumpalan cahaya yang mirip manik-manik di tepi piringan bulan. Nama manik-manik Baily diambil dari Francis Baily yang pertama kali memberikan penjelasan terkait fenomena cahaya tersebut.
  • Sedangkan korona adalah cahaya matahari yang mengelilingi bulan, berbentuk seperti cincin saat gerhana matahari total.
  • Kemudian untuk pengamatan landscape akan dilakukan di atas jembatan Ponulele yang merupakan ikon utama Kota Palu. Dari jembatan ini fenomena langka GMT akan terlihat begitu mempesona. 

Ramalan soal kapan terjadinya gerhana matahari pertama kali dicatat orang Babilonia sebelum Masehi. Mereka mengamati pergerakan bintang, bulan, dan matahari untuk menemukan keberaturan fenomena alam gerhana matahari.

Astronom asal Austria, Thomas Oppolzer, melanjutkan dengan membuat katalog gerhana matahari dan gerhana bulan sejak 1207 SM hingga 2162. Saat ini temuan-temuan untuk meramal gerhana matahari dan bulan dapat ditemukan pada website NASA dan timeanddate.

Pada kedua lembaga itu, bisa diketahui serangkaian gerhana matahari total yang pernah menghampiri Indonesia. Khusus Jakarta baru akan dilewati gerhana matahari total pada 2049. Berikut ini di antaranya.



 8 Mei 1901
Daerah: Padang, Jambi, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Palu, dan Ambon.

14 Januari 1926
Daerah: Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, dan Pontianak.

9 Mei 1929
Daerah: Aceh dan Sumatera Utara.

13 Februari 1934
Daerah: Manado, Maluku Utara.

4 Februari 1962
Daerah: Palu, Papua.

11 Juni 1983
Daerah: Yogyakarta, Semarang, Solo, Kudus, Madius, Kediri, Surabaya, Makassar, Kendari, dan Papua.

22 November 1984
Daerah: Papua.

18 Maret 1988
Daerah: Palembang, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Bangka Belitung.
Waktu: 2 menit 19 detik.

24 Oktober 1995
Daerah: Sangihe
Waktu: 1 menit 53 detik.

9 Maret 2016
Daerah: Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, dan Ternate.

20 April 2023
Daerah: Makassar dan Papua.

19 April 2042
Daerah: Jambi.

24 November 2049
Daerah: Jakarta.

Video:
 



Setelah Gerhana Matahari total (GMT) di wilayah Indonesia pada Rabu (9/3/2016), warga dunia akan mengalami kembali fenomena alam serupa pada 1 September 2016 di wilayah Afrika yang melintasi Madagaskar di Samudra Hindia hingga ke beberapa negara.

Gerhana Matahari di Afrika ini berbeda dengan di Indonesia karena yang akan terjadi nanti adalah Gerhana Matahari cincin (GMC).

“Di Benua Afrika akan terjadi Gerhana Matahari cincin," kata Hasan Arif, staf Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, Kamis (10/3/2016).

Gerhana Matahari cincin ini terjadi karena posisi bulan lebih mendekat matahari sehingga diameter bulan tampak lebih kecil dibandingkan saat terjadi Gerhana Matahari total.

“Jadi sinar matahari tidak tertutup sempurna oleh bayangan bulan, gerhana akan terlihat menyerupai cincin api,” jelas Hasan Arif.

Setelah GMC di Afrika, Gerhana Matahari total juga akan terjadi pada 21 Agustus 2017 di wilayah Amerika Serikat.

Peristiwa alam ini akan terus menjadi magnet bagi jutaan orang untuk menyaksikannya. Para ilmuwan juga akan melakukan eksperimen dan penelitian terkait fenomena alam yang selalu berulang di berbagai belahan dunia.



Amazing touring! Suetoclub Explore exotic waterfall Sekumpul, Climb Mount Batur, Snorkling in Amed and Around Bali 2015 (Part3)


Greetings wildlife! Morning! Get up early in amed and continue the story of the trip in the morning Because it is really good scene here. Morning walks along the beach is also great idea Because The situation is still quiet atmosphere of the cold mountain behind the inn. All looking for breakfast around the coast there are some great spots in amed that backdrop of majestic mountains and the beach on a cliff top was phenomenal. Blue sea view soothing. After all the crew prepares us to the beach for snorkeling unfortunately the weather was not as good as the morning late morning it had been raining and the waves were not as smooth as usual but not sueto name if not challenged even slammed waves were Werner snorkeling but sometimes the rain stopped offering beautiful suit our desire finally back clear water turbid. Hehe .



Amed many spots for snorkeling and the rent Rp20.000-30.000 already set snorkling and fin. relatively cheap reefs off the shoreline also had nice things soothing eye so it does not have far to rent a boat but for those who want to dive yes please explore more course there are interesting spots like in Japanese Shipwreck point, Lipah, Jemeluk Bay and dyke Hose. Amed offers paradise in the eastern tip of Bali that has not attacked the modernization of mass tourists. Because it is the tourists are expected to travel eco or green touring in order to preserve the culture, richness and beauty that still remains this.



For many homestay accommodation and villas line the beach front of the price of luxury to economical prices such as our first room filled four people or something. Likewise for tool snorkeling and life jacket is usually the residence also provide the tools, guides etc. Just stay negotiable price issue. For the safety of the vehicle also secured due to cultural factors bali still attached.





After all activity is recorded into the microSD, then immediately prepare us to where one of the relatives and colleagues of the crew Sueto at the final destination where we stay overnight before tomorrow afternoon back to Surabaya. The trip from Amed average 3h possible due to rain and it was night we only take about 2 hours just past the terraced rice fields of Bali karangasem distinctive and continued into the night life of Kuta beach ... hahaha because there are some crew who have not been to Bali and kuta at all at that time.






Late night fast because of exhaustion but still do not want to miss the holiday atmosphere directly around the beach looking for a spot precisely in the Seminyak area of ​​Bali restaurant romantic breeze that morning refreshment before prepare home do not forget to stop by Erlangga 2 one of the souvenirs typical of Bali. Travelling from Denpansar around 2 pm and the trip ended up right Surabaya 5 am the next day. We think this is a really amazing trip and we ended suetoclub so has the story ... hehehe




The story closes with a trip in 2015 has ended. But forwarded dicerita trips next year hopefully they can continue to roam Indonesia..Thanks to the readers who faithfully accompanied suetoclub until the end of 2015. We hope this info helpful fibrosis ... see ya ..



The following documentation:

















































their videos:


Ada kesalahan di dalam gadget ini