Selasa, 15 November 2016

Ekspedisi Memasak di Gunung Lawu by Suetoclub



Salam wildlife!Hi ketemu lagi kali ini sueto team akan mengadakan ekspedisi memasak di Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa timur dan Jawa tengah ini. Jika ingin tahu tentang G. Lawu ini langsung saja kunjungi linknya di https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Lawu

Sueto team berangkat ke G. Lawu beranggotakan Gsoe, Cipethi, Jal, Takim dan Setet, start dari Bungurasih hari Sabtu jam 15.00WIB. Menggunakan Bus jurusan Madiun biaya Rp 45.000,-/orang kemudian naik bus lagi menuju Maospati Rp 5000,- dan sampai di Maospati sekitar jam 19.00WIB. Kemudian kita mencari angkot untuk tujuan cemoro sewu/tawangmangu dengan biaya Rp 35.000,-/orang. Sampai sekitar pukul 23.30. Langsung istirahat didepan pos perijinan dan makan malam.

Sesudah istirahat dan persiapan selesai kami melakukan perizinan pendakian (tarif perizinan Rp 15.000,-/orang). Langsung start menuju pos 1 bayangan (Sumber Penguripan) dan sampai sekitar jam 02.15WIB dini hari. Target sampai pos 2 ternyata sampai jam 3 sore dikemudian harinya (Minggu).Begitu indah perjalanan saat itu berangkat diterpa badai, ada yang kedinginan tenda bocor dengan hujan yang begitu deras, dahaga kekeringan karena kekurangan air, beberapa kaki keseleo  dan akhirnya sampailah kami untuk menambah keindahan tersebut dengan cangkruk dan mengobrol bersama  menikmati kopi dan masakan sederhana (perjalanan ini dilakukan karena hanya ingin mengubah suasana makan bersama saat dikota ke gunung dengan suhu udara yang extreme).

Sedikit foto dokumentasi :














Setelah puas cangkruk bersama kami kembali turun dan sampai perizinan  sekitar jam 12.30 (Senin) kemudian menaiki angkot (Rp 30.000/orang) dari cemorosewu-maospati dengan perjalanan 1 setengah jam, dilanjutkan naik Bus Mira menuju Bungurasih Surabaya dengan tarif Rp 28.000,- dan akhirnya sampai Surabaya pukul 23.00WIB.

Terimakasih para pembaca semoga dengan cerita perjalanan-perjalanan ini kami terus punya semangat untuk menikmati ke indahan alam tanah air Indonesia ini.

Berikut Videonya :



Senin, 14 November 2016

Menikmati Indahnya Matahari Terbit di B29 Lumajang (Suetoclub Team)




Salam wildlife!Masih di tahun 2016 bulan Oktober ada beberapa rekan sueto yang ingin touring menikmati pemandangan pagi di puncak B29 saat akhir minggu. Akhirnya di tentukanlah keberangkatan dari kota Surabaya waktu itu sekitar jam 16.00WIB dengan 6 orang kru sueto (agnesho, imamsaid, andrijom, ichiocha, Jal, Sashasuteja) ditemani dengan guide Lumajang mbak Cienta.

Rute :


Keberangkatan awal dengan cuaca yang lumayan mendukung ternyata mengalami kendala ada kendaraan dari kru yang mengalami masalah saat itu, sempat bingung karena kabel kopling yang putus akhirnya dengan sekuat tenaga sampailah ke Kota Lumajang kediaman mbak cienta. Sambil benerin kendaraan sekalian prepare ke B29 yang akan dilakukan dengan start sekitar jam 00.00WIB perjalanan sekitar 2jam. Sesampai di senduro ada beberapa motor yang dititipkan (gak gratis lo ya) dan naik gojek dengan tarif gojek saat itu Rp 80ribu PP/orang. Sampai loket jam 2 pagi  harga loket Rp5000,-/orang disini dari loket yang mau naik ojek ke puncak Rp 50.000,-, jalan kaki bisa, pakai motor sendiri juga bisa.

Sampai atas kita cangkruan saja sambil menunggu matahari terbit karena waktu itu masih sekitar jam 3  pagi dan orang-orang ditenda juga masih pada tidur. Akhirnya saat yang ditunggupuntiba “Sunrise” eh orang-orang ditenda juga masih pada tidur jadi kebetulan suasananya  masih sepi  yang bisa kami manfaatkan untuk berfoto-foto. Berikut foto-fotonya :
















Sekitar jam 6  suasana sudah mulai ramai orang-orang yang camping ditenda sudah pada mulai bangun. Setelah puas menikmati pemandangan matahari terbit di puncak b29 kita putuskan kembali ke kota Lumajang dan kemudian pulang ke Surabaya.

Sebenarnya di sebelah b29 ini ada b30 cuman kalau mau naik motor ke b30 ya motornya jangan di parkir di b29..hehe..tapi ditempuh jalan kaki juga bisakok.

Menuju puncak b29 ini ada 2 jalur sekarang jalur bagus yang sudah paving dan jalur lama yang masih makadam lah waktu naik kita naik di jalan yang bagus kemudian waktu pulang kita ambil jalur makadam yang penuh liku-liku. Jalan ini bisa dicoba untuk memacu adrenalin pokoknya jangan takut tergelincir aja ok..tapi beberapa dari kami memang sudah bolak-balik tergelincir lewat jalur yang makadam ini..hehe..Tapi Alhamdulillah bisa pulang sampai Surabaya jam 3 sore..

Terimakasih info ini semoga berguna..dan juga salam juga buat mbak cienta yang selalu setia menemani kita saat di Lumajang J

Berikut juga ada videonya :




Selasa, 18 Oktober 2016

Touring Tipis-Tipis Menikmati Pemandian Air Panas dan Perawannya Ranu Merah di Tiris Probolinggo (Suetoclub)




Salamwildlife!Kembali lagi ke cerita perjalanan dan masih sama ms Jendro tapi sekarang guestnya kang Setet Sueto. Tujuannya kali ini pemandian air panas Tiris dan Ranu Merah Probolinggo. 

Perjalanan Single Turing dilakukan oleh kang setet dengan Black Mio “Simple but Strong” dari Surabaya malam minggu Oktober 2016 menuju Lumajang kemudian cari tempat-tempat memanjakan geger plus ngopi sampai pagi kemudian Paginya Ms Jendro disusul menuju ke Kecamatan Tiris Probolinggo ke destinasi pemandian air panas. 

Ya karena gak mandi semalaman dari Surabaya jadinya paginya mandi dipemandian air panas Tiris saja biar lebih seger...Langsung gass sajalah pemandian air panas ini letaknya cuman 500meter dari jalan raya dekat dengan Ranu Segaran. 

Google Map :



Sampai pemandian parkir saja motornya Rp. 2000,- HTM iku ranu segaran Rp. 5000,- sudah langsung cebur saja tunggu orang-orang yang mandi lainnya selesai biar foto-fotonya agak sepi..

Berikut moment-momentnya :













Kemudian setelah badan seger gak jauh dari situ mampir ke Ranu Merah didesa Andungsari nih. Salah satu ranu yang sebenarnya bisa dibilang unik dari para ranu disekitar sini, halah...haha. Ya karena itu lo ranunyakan airnya merah...usut punya usut air merahnya itu berasal dari tumbuhan-tumbuhan atau elemen dibawah air  yang berewarna merah sehingga ranu ini meskipun hampir mirip dengan ranu Segaran tapi suasanan lebih eksotis lebih asri dengan dikelilingi pohon Pinus dan tergolong Ranu yang masih perawan belum dijamah atau dijadikan tempat wisata seperti yang sudah terkenal misal Ranu Agung dan Segaran apalagi ranu the most enthusiast ranu Kumbolo ituu...hagz

Mencoba mendokumentasikan dengan secuil ide Simple but Strong halah kata-kata ini lagi..hehe..Berikut fotonya :





Nah sesudah mengabadikan momen maka sudah waktunya pulang dan mengantarkan empunya ms Jendro balik ke Lumajang setelah baru saya kembali ke Surabaya dengan Black Mio mudah-mudahan gak rewel nih motor..haha

Ok..Sekilas cerita perjalanan kami mudah-mudahan berguna dan tolong lestarikan ranu-ranu yang masih perawan disekitar sini ya...Ok Simple but Strong so Stay Tuned and I’ll be right back with new explorer...halah...wkwkwkwk..
 Oh iya mungkin mau mampir ke wisata lain di kecamatan Tiris ini http://www.suetoclub.com/2015/08/ranu-agung-salah-satu-ranu-terindah-di.html

Senin, 17 Oktober 2016

Jalan-jalan ke Kebun Teh Kertowono Lumajang Jangan Lupa Sekalian Mampir Airterjunya (Cienta&Sasha)



Salamwildlife!Kalau kita melihat pemandangan kebun teh tentunya suasana hati juga terasa menjadi adem ya meskipun cuacanya panas tapi letak kebun yang rata-rata ditaran tinggi membuat terasa sejuk. Berikut ini ada cerita perjalanan menuju destinasi kebun teh yang belum dikenal di daerah Lumajang dari ladies strong yang masuk ke redaksi suetoclub. Berikut ceritanya :

Perjalanan bagpacker seorang diri(Sasha) dari Surabaya naik bis menuju Lumajang kota ke tempat dimana cienta home. Keberangkatan dilakukan malam hari dari Surabaya dari terminal Bungurasih menuju ke Minak Kocar Luamajang kemudian dijemput Cienta untuk istirahat di rumah Cienta, baru besok paginya berangkat turing ke daerah Kertowono. Petanya bisa dilihat di google Map berikut ini :


Perjalanan kira-kira memakan waktu 1jam lebih dari kota Lumajang sekitar 35kman..misal kalau dari arah Malang juga bisa lewat Turen, Pasirian, Tempeh, Lumajang, Sukodono arah Gucialit. Jalanannya makadam berbatu menanjak dan licin saat musim hujan.

Setelah melewati jalan menanjak dan berbatu kadang juga motor harus ditunggangi sendirian karena tidak kuat, akhirnya kitapun sampai di kebun Kertowono yang di naungi oleh PTPN XII dengan hasil produksi utama teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas tapi tempat ini sekarang tidak seberjaya dulu yang dulunya memiliki ratusan karyawan tetap, hari ini malah banyak mempekerjakan buruh lepas (free lan), tumbuhan tehnyapun sudah tak sesubur dulu lagi” tutur Man. senada dengannya  Diq, mantan buruh pabrik yang pernah menyaksikan berjayanya kebun teh gucialit, sekarang sudah banyak yang dicampur tanaman kayu mas, seperti jabon, al-basia, serta tanaman pisang” katanya. sejauh yang penulis pantau area tanaman teh memang sudah banyak yang dicampur dengan tanaman lain.(sumber : Lumajangpos)


Jalanan kebun teh Kertowono : https://web.facebook.com/100010851645441/videos/318707545167631/

Berikut foto-fotonya :















Area kebun teh Kertowono ini juga ada wisata air terjunnya lo check this out :



 Nah setelah puas menikmati pemandangan di kebunteh Kertowono saya dan Cientapun prepare kembali karena saat itu sudah muncul bau hujan rintik-rintik dan sampai kota Lumajang akhirnya kami berpisah dan berucap terimakasih Cienta oleh-oleh wisatanya luamayan bisa membersihkan pikiran dari hati dan pikiran yang galau dan siap kembali beraktifitas lagi di Surabaya :). Kapan-kapan next trip lagi ya..




awasan ini berada di bawah naungan PT. Perkebunan Nasional XII ( PTPN XII) dengan komoditi andalan berupa teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas.

Selengkapnya : file:///F:/Kebunteh%20Kertowono/Indahnya%20Panorama%20di%20Kebun%20Teh%20Kertowono%20-%20Lumajang%20-%20KOMPASIANA.com.htm
awasan ini berada di bawah naungan PT. Perkebunan Nasional XII ( PTPN XII) dengan komoditi andalan berupa teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas.

Selengkapnya : file:///F:/Kebunteh%20Kertowono/Indahnya%20Panorama%20di%20Kebun%20Teh%20Kertowono%20-%20Lumajang%20-%20KOMPASIANA.com.htmb
Kawasan ini berada di bawah naungan PT. Perkebunan Nasional XII ( PTPN XII) dengan komoditi andalan berupa teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas.

Selengkapnya : file:///F:/Kebunteh%20Kertowono/Indahnya%20Panorama%20di%20Kebun%20Teh%20Kertowono%20-%20Lumajang%20-%20KOMPASIANA.com.htm
Kawasan ini berada di bawah naungan PT. Perkebunan Nasional XII ( PTPN XII) dengan komoditi andalan berupa teh dari hasil kebun tehnya yang sangat luas.

Selengkapnya : file:///F:/Kebunteh%20Kertowono/Indahnya%20Panorama%20di%20Kebun%20Teh%20Kertowono%20-%20Lumajang%20-%20KOMPASIANA.com.htm