Kamis, 16 Juli 2015

Touring Sueto ke Triangle Ranu(Bedali,Klakah,Pakis)Lumajang





Perjalanan kali ini 2010 sueto akan menuju tiga ranu di Lumajang….perjalanan yang dilakukan dengan singkat ini dilakukan sehari saja dari Surabaya menuju daerah Lumajang yaitu di kecamatan Klakah..

di Klakah terdapat tiga buah ranu (danau) vulkanik yang berada di sekitar lereng Gunung Lamongan, yakni Ranu Pakis, Ranu Klakah dan Ranu Bedali. Ranu Pakis digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat budidaya ikan air tawar. Ranu Klakah merupakan ranu yang berlatar belakang Gunung Klakah. Ranu Bedali merupakan Ranu yang terdapat di daerah cekungan, seolah-olah ranu ini berada di sebuah mangkuk besar. Ketiga Ranu tersebut membentuk segitiga, sehingga disebut dengan “Segitiga Ranu”.

Pokoknya dari Sby niat berangkat jm 7 eh ternyata molor jadideh berangkat jam10 bersama 8 orang anggota kamipun berangkat setelah prepare dan mbulet…sebenarnya banyak ranu di daerah Lumajang tapi yang bisa kami kunjungi cuman 3 saja…mungkin next trip sajalah..lanjut ke perjalanan berangkat hari sabtu kebetulan hari itu sangat panas mungkin karena kami berangkatnya kesiangan setelah menempuh perjalanan 5jam kami nyampe sekitar jam 3 sore pertama yang kami lakukan adalah istirahat di ranu bedali..

Sebagai rangkaian kawasan Segitiga Ranu, dengan jarak 7 Km dari Ranu Pakis atau 6 Km dari Ranu Klakah kita sampai pada Ranu Bedali Kecamatan Ranuyoso. Obyek wisata ini mempunyai ketinggian � 700 M dari permukaan laut dengan luas danau 25 Ha dan kedalaman 28 m.

Obyek ini berada pada ketinggian  900 meter dpl, dengan luas 22 hektar dan kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian 1.668 m dpl, serta didukung oleh udara yang sejuk dan segar. Beraneka ragamnya buah-buahan nangka khas Klakah yang dijual sepanjang jalan raya menjadi daya tarik lain bagi obyek wisata ini.






Berbeda dari dua ranu sebelumnya, yang menarik dari ranu ini adalah letak permukaan air berada jauh di bawah permukaan tanah. Sehingga untuk mencapai daratan tepi danau dibutuhkan kesehatan prima yang merupakan tantangan bagi mereka yang berjiwa muda. Meskipun demikian panorama danau ini dilihat dari atas cukup mengasyikkan…Maunya seh ke bawah tapi kok kelihatannya mau hujan nih…
Setelah ke Ranu Bedali kami langsung lanjutkan ke Ranu Klakah dan Pakis karena waktu sudah semakin sore dan kelihatannya mau hujan…Sekitar 10 menit dengan berkendaraan roda dua ataupun roda empat sampailah kita ke Ranu Pakis, bila kunjungan wisata kita diawali dari Ranu Klakah. Obyek wisata danau ini terletak di Desa Ranu Pakis dengan jarak 20,5 Km disebelah Utara kota Lumajang ,mempunyai ketinggian  600 Meter, dari permukaan laut dengan luas danau 50 Ha dan kedalaman 26 m. Masih dilatar belakangi Gunung Lamongan dan nampak lebih dekat, serta kondisi alam yang masih perawan akan menjadi daya tarik bagi pecinta lingkungan atau wisatawan yang membutuhkan udara segar.



Selain rekreasi dapat pula menikmati ikan segar yang dijual di warung-warung sederhana dan dapat pula dibawa untuk oleh-oleh. Ikan ini hasil budi daya pada perairan Ranu Pakis dengan sistim keramba jaring apung, jenisnya Mujaher, Nila.
Ranu Klakah Obyek wisata danau ini terletak di sebelah Utara kota Lumajang tepatnya di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah dengan jarak tempuh � 20 Km dari kota Lumajang. Transportasi, mudah dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum baik roda dua maupun roda empat disamping ada dokar sebagai sarana angkutan tradisional masyarakat setempat








Panorama yang khas berupa fatamorgana kebiruan air obyek wisata ini merupakan alternatif pilihan tujuan wisata di Jawa Timur bila mengunjungi Bali melewati Kabupaten Jember. Danau ini merupakan salah satu obyek wisata dari Kawasan Wisata Setiga Ranu ( danau ) sedangkan lainnya adalah Ranu Pakis dan Ranu Bedali, yang satu sama lain terhubung oleh jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Disamping menikmati panoramanya, aktivitas yang dapat dilakukan sendiri ataupun bersama keluarga antara lain, joging mengelilingi area danau dengan fasilitas jalan beraspal, berperahu, menikmati sarana permainan anak, berolahraga tennis dan memancing. di Ranu Klakah tersedia sarana Hotel untuk menginap dengan jumlah kamar 6 buah.





Setelah agak maleman puas makan,foto-foto dll…kami pun melanjutkan perjalanan agak naik lagi yaitu menuju gunung Lamongan. Gunung Lamongan. Terletak di sebelah timur Klakah, gunung ini merupakan tempat berkemah dan pendakian bagi para pecinta alam. Di lerengnya terdapat sebuah tempat untuk beristirahat bagi para pengunjung, sebelum melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Lamongan. Masyarakat sekitar menyebut tempat itu dengan istilah Rumah Mbah Citro. Dari Klakah menuju ‘Mbah Citro’ dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Dari ‘Mbah Citro’ kita bisa melihat pemandangan kota Lumajang dari ketinggian, yang nampak lebih indah ketika malam hari. Bila siang terlihat pula panorama pantai selatan yang begitu eksotika. Dari Mbah Citro menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam. Di tengah rute terdapat sebuah watu gede (“Batu Besar”) yang dijadikan tempat peristirahatan sementara sebelum melanjutkan pendakian ke puncak. Pendakian umumnya dilakukan pada malam hari, dengan perkiraan pagi hari sebelum matahari terbit telah sampai di puncak Gunung Lamongan. Keindahan matahari terbit dapat disaksikan dengan jelas dari puncak Gunung Lamongan.




Mau nya sih langsung daki G.Lamongan saja tetapi karena ada suatu trouble jadi kami putuskan untuk kembali ke Surabaya saja perjalanan dari Surabaya pun  ditempung kurang dari 4jam jadi lebih ngirit 1setengah jamlah mungkin lain kali kami akan daki ini G.lamongan…jadi see u next trip..